Latar belakang konflik antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan yang berlarut-larut, yang kemudian meningkat pesat pada masa reforması politik 1997-1999, menghancurkan sistem pengelolaan hutan Perhutani di banyak wilayah, dan lalu mendorong lahirnya program ini, memang telah menjadikan kebanyakan staf Perhutani seperti terpaksa dan tidak ikhlas dalam mengembangkan program PHBM.
Meningkatnya kesuksesan pendekatan kolaborasi dalam menyelesaikan berbaga problem konflik telah membuat pendekatan ini semakin populer. Kepopuleran ini pada akhir tahun 1990-an telah menyebabkan keranjingan berlebihan terhadap pendekatan kolaborasi (Collaboration mania), semua persoalan seakan-akan dapat diselesaikan dengan pendekatan tunggal kolaborasi.
Kesalahan Pemerintah yang sengaja mengintrepetasikan pasal 33 ayat 3 UUD 45 demi kepentingan golongan tertentu menyebabkan krisis yang berkepanjangan bagi masyarakat Indonesia. Terutama krisis pengelolaan sumberdaya alam. Sehingga hak-hak masyarakat yang berhubungan langsung dengan sumberdaya alam terabaikan. Apakah hal tersebut akan terus berlangsung sampai masa selanjutnya ? Dan kapankah demo…