Selama hampir satu tahun, dari Oktober 2005 sampai dengan Agustus 2006, penyusunan IMS dilakukan dengan mengumpulkan informasi dan masukan mengenai keadaan masyarakat sipil Indonesia dari kalangan tokoh masyarakat sipil sendiri, pejabat pemerintahan, anggota DPR, warganegara Indonesia biasa, para ahli dan peneliti. Data dikumpulkan dengan berbagai metodologi antara lain melalui community survey…
Pembangunan berbasis hak telah menjadi kesepakatan masyarakat dunia yang ditetapkan melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada bulan September 2004 dengan dihasilkannya Deklarasi Tujuan Pembangunan Milenium atau Millenium Development Goals (MDGs) bagi negara-negara anggota. Indonesia sebagai anggota yang telah menandatangani deklarasi, wajib menjalank…
Wanita berada dalam dunia nilai-nilai dan mempunyai kebebasan yang kodrati. Mereka mampu memilih antara yang transsesdensi dan alienasi, serta pilihan itulah yang menjadi problemnya: sebagai objek ataukah subjek. Masalah inilah yang harus dipecahkan oleh kaum wanita itu sendiri. Bila wanita memilih salah satu jalan di antara alternatif di atas, hal ini diambil sebagai proyeksi bebas dari tujuan…
Buku ini memuat kisah-kisah yang terjadi di sekitar perempuan yang terpapar krisis ekologis yang mengubah sebagian bahkan semua tatanan sosial yang berkait kelindan dengannya. Perubahan ekologis telah mengubah peran perempuan sedemikian rupa. Namun dalam buku ini, gambaran nyata para perempuan (yang notabene berasal dari masyarakat desa maupun masyarakat kota pinggiran) berada dalam kondisi …
Kajian kritis tentang konsesi agraria dan perubahan tata guna tanah dengan menggunakan lensa feminis diperlukan untuk mengungkapkan dan menjelaskan bagaimana gender sebagai konstruksi sosial memberikan kontribusi bagi relasi sosial dan politik dalam beragam mekanisme yang bekerja dalam proses perumusan kebijakan tentang konsesi-konsesi agraria dan operasionalisasi konsesi-konsesi tersebut. Se…
Buku ini bertutur singkat tentang situasi krisis sosial ekologis yang dialami 11 desa dan tentang 22 perempuan kampung yang berjuang menghadapi krisis. Empat desa tersebut berada di pulau Sumatera, 3 desa di pulau Kalimantan, 2 desa di Sulawesi Tengah dan sisanya di Jawa Barat.
Buku ini merupakan panduan ringkas yang berisi metode dan tahapan untuk melakukan penelitian pemeriksaan atas kebutuhan perempuan pejuang. Asas dari buku panduan ini tidak lah mutlak sehingga harus dipraktikan ketat. Sebagaimana tertuang dalam isi buku bahwa hakikat penelitian adalah kombinasi atas seni menggali data sekaligus kemampuan menganalisis persoalan secara logis.
Pada 2016 Sajogyo Institute meluncurkan Beasiswa Studi Agraria dan Pemberdayaan Perempuan (SAPP) dengan dukungan The Asia Foundation. Jika selama ini kita mengenal pemberian beasiswa kepada para pelajar laki- laki dan perempuan untuk belajar di sekolah formal yang sudah ditentukan, dengan kurikulum yang sudah paten dan pengajar yang jelas. Maka tidak demikian halnya dengan beasiswa SAPP. Peneri…
Usaha Penambangan di berbagai tempat, sebagaimana yang ada di Indonesia, biasanya memiliki konotasi sebagai dunia laki-laki. Kerja kasar dengan otot aktivitas lapangan dan alat-alat berat yang terlibat di dalamnya. Pemikiran seperti ini memang sudah tidak relevan lagi. Nyatanya banyak juga perempuan yang terlibat disana, dan yang masih memprihatinkan perempuan juga yang sering menjadi korban ji…