Text
Pencarian Keadilan di Masa Transisi
Tegak di tengah riuh reformasi, di mana isu demokrasi dan hak asasi manusia menjadi primadona yang selama ini terpasung di "sarang penyamun", kita pun berteriak lantang: keadilan harus ditegakkan! Yang salah harus dihukum! Pelaku pelanggaran hak asasi manusia harus diadili! Korban harus dipulihkan! Hukum harus diberdayakan! Demokrasi harus ditumbuhkan! Tetapi, keadilan, supremasi hukum, demokrasi, tidak akan bisa didirikan di atas fondasi yang ringkih. Keringkihan itu bersumber dari masa lalu yang gelap tak tersibak. Sejarah berjalan terus berdasarkan logika waktu dan alamiah. Tiada kata kembali. Tetapi, masa lalu sangat potensial dan bisa menjadi masa depan. Artinya, sejarah berjalan dalam rel pengulangan demi pengulangan. Itulah yang terjadi kalau kita tidak memberikan distingsi yang jelas dan tegas antara masa lampau, sekarang dan nanti. Oleh karena itu, masa depan seperti apa yang hendak kita gapai hanya akan jelas tergambar jika kita membedakannya dengan masa lampau. Maka, membongkar masa lampau jelas menjadi hal yang niscaya selain, suka tidak-suka, harus dilakukan.
Tidak tersedia versi lain