Sebuah gagasan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui cara alternatif
Masalah tanah perkebunan muncul pertama kali pada awal kemerdekaan, ketika tanah-tanah perkebunan "milik kolonial" berhadap-hadapan dengan kekuatan "rakyat revolusioner". Sedangkan maslaah tenaga kerja perkebunan telah menampak embrionya sejak diperkenalkan sistem perkebunan yang bercorak liberal-kapitalistik di tanah jajahan Hindia Belanda pada tahun 1870.
Perekonomian Indonesia di masa depan sudah sepantasnya tidak lagi dikuasai oleh para pengusaha besar yang serakah sebagaimana digambarkan Adam Smith 1776, tetapi berdasar demokrasi ekonomi Indonesia. Krisis multidimensi 3 tahun terakhir tidak boleh dianggap terlalu berbobot ekonomi. Buku ini, berdasar penelitian di 11 propinsi selama 10 bulan, memperkuat kesadaran akan kebhinnekaan Indonesia…