Perlawanan panjang terhadap Belanda di Kalimantan Sleatan dan Kalimantan Tengah antara tahun 1859-1906 telah menampilkan dua sosok keluarga besar arstokrat Bnajar, Bubuhan Panembahan Antasari, dan elite Dayak-Muslim, Bubuhan Temenggung Surapati
The publication of a book is a convenient time to acknowledge publicly the debt incurred in the course of its writing. welcome this opportunity, knowing fully well that such debts can never be repaid, only reciprocated
Draft RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (R-KUHP) yang telah disusun bertahun-tahun untuk menggantikan KUHP warisan kolonial berada dalam proses dan tahapan untuk menjangkau keadilan bagi masyarakat sebagaimana yang dicita-citakan. Dalam sebuah masyarakat majemuk seperti Indonesia, kepastian hukum sebagai alat pematuhan masyarakat sangat diperlukan untuk melindungi tiap individu dalam sebuah …
Kemiskinan material, krisis spiritual, dan penyakit mental biasanya luput dari perhatian pemerintah. Rakyat sulit berobat jika tak berduit dan tidak bisa bersekolah kalau tidak berharta. Maka, bunuh diri dianggap sebagai solusi akhir setiap penyakit akut itu. Politik divide et impera yang dahulu dipakai kaum kolonial, rupanya masih diterapkan oleh penguasa republik hingga kini. Dan, pada abad k…
Koto Gadang, nagari di barat Bukit Tinggi, di seberang Ngarai Sianok, sangat kuat mempertahankan adat. Akan tetapi, dalam waktu bersamaan Koto Gadang merupakan daerah pertama yang membuka diri terhadap pengaruh luar, khususnya pengaruh Barat melalui sekolah berbahasa Belanda. Inilah satu-satunya fenomena pembaruan sosio-kultural di Nusantara yang terjadi pada masa kolonial abad 19 dan 20.
Draft RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (R-KUHP) yang telah disusun bertahun-tahun untuk menggantikan KUHP warisan kolonial berada dalam proses dan tahapan untuk menjangkau keadilan bagi masyarakat sebagaimana yang dicita-citakan. Dalam sebuah masyarakat majemuk seperti Indonesia, kepastian hukum sebagai alat pematuhan masyarakat sangat diperlukan untuk melindungi tiap individu dalam sebuah …