Buku ini menjelaskan mengenai sang prabu gajah mada dalam masa nya sebagai pahlawan persatuan nusantara.
Menyambut Indonesia: Lima Puluh Tahun dengan Ford Foundation 1953-2003 adalah buku untuk merayakan kemitraan antara Ford Foundation dengan Indonesia dalam bentuk penyajian dari pendapat orang-orang yang menjadi mitra Ford Foundation dalam lima dasawarsa terakhir, serta memberikan penghormatan terhadap peranan mereka dalam membangun Indonesia. Penulis handal, Goenawan Mohamad, menulis narasinya.…
Text Law and Revolutions : the formation of the western legal tradition Berman, Harold J. - Personal Name; The roots of modern Western legal institutions and concepts go back nine centuries to the Papal Revolution, when the Western church established its political and legal unity and its independence from emperors, kings, and feudal lords. Out of this upheaval came the Western idea of inte…
2015 will be a year of important negotiations and agreements on climate change and sustainable development--two topics of great importance for indigenous peoples and to which indigenous peoples have a lot to contribute. Seven years after the adoption of the UN Declaration on the Rights of Indigenous Peoples and in light of the outcomes of the 2014 World Conference on Indigenous Peoples, this ed…
Buku ini berisikan sejarah pembangungan kelautan di Indonesia yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan untuk upaya pembangunan kelautan nasional.
This yearbook contains a comprehensive update on the current situation of indigenous peoples and their human rights, and provides an overview of the most important developments in international and regional processes during 2007.
Buku ini menceritakan kejadian-kejadian di suatu daerah di Indonesia. Banyak masalah penting dan menarik yang patut diketengahkan secara ilmiah tentang peristiwa-peristiwa sejarah di tanah air kita.
Di balik besarnya pengaruh dalam aspek ekonomi, depresi ekonomi memiliki kompleksitas yang menarik untuk dikaji. Terdapat fenomena unik pada masa depresi ekonomi ketika masyarakat Eropa di Batavia masih dapat hidup dengan gaya mewah, melakukan plesir, berdansa dan menyanyi di kelab, menonton film di bioskop, hingga tumbuhnya kaum pesolek yang mengenakan pakaian model terbaru pada masanya.