Empat puluh tahun sejak Sukarno meninggal, nama serta wajahnya tidak pernah benar-benar lumat terkubur. Kampanye puluhan tahun Orde Baru untuk membenamkannya justru hanya memperkuat kenangan orang akan kebesarannya. Sukarno tak pernah berhenti menjadi ikon revolusi nasional Indonesia yang paling menonjol mungkin seperti Che Guevara bagi Kuba. Di banyak rumah, foto-fotonya, kendati dalam kert…
Mendesak Sukarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan, Sutan Sjahrir justru absen dari peristiwa besar itu. Dia memilih jalan elegan untuk menghalau penjajah: jalur diplomasi, cara yang ditentang tokoh lain yang lebih radikal. Ideologinya, antifasis, dan antimiliter, dikritik hanya untuk kaum terdidik. la dituduh elitis. Sejatinya, Sjahrir juga turun ke gubuk-gubuk, berkeliling Tanah Air…
Kisah ini adalah kisah suatu kebenaran. Kisah tentang harkat manusia yang tercabik-cabik dan diinjak-injak oleh suatu kebihingan yang luar biasa kejamnya. Karenanya perlu diingat dan dicamkan bahwa dalam perjalanan manusia dan masyarakatnya, maka yang utama ialah jangan sekali-kali menutupi sejarah, sebab bisa berakibat fatal. Tulisan ini bukanlah sebuah analisis keadaan, tetapi merupakan rente…
Profesor Rachmat Witoelar seorang eminent person bidang perubahan iklim dari Indonesia, mengingatkan semua pihak bahwa ancaman perubahan iklim semakin nyata yang ditandai dengan semakin meningkatnya rata-rata suhu global. Dia mengajak semua pihak untuk bekerja sama, berkolaborasi melakukan aksi nyata untuk mengatasi persoalan tersebut.
Prof. Dr. Ir. Sajogyo dikenal sebagai “Bapak Sosiologi Pedesaan Indonesia” (Mubyarto, 1996). Penyematan “gelar sosial” tersebut tidak berlebihan mengingat kontribusi aktif Sajogyo dalam mencurahkan gagasan, pemikiran dan tenaganya untuk pembangunan pertanian dan pedesaan di Indonesia.