Laporan ini merupakan hasil pengamatan ket atau observasi Lembaga Studi dan Hu Advokasi Masyarakat (ELSAM) atas kewajiban negara (state obligation) dalam memajukan, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia. Jangka waktu yang dipilih memang terbilang panjang, yakni mulai 1999 hingga 2004; sepanjang masa reformasi bergulir.
This book stands at the intersection of international law, indigenous peoples, and concern over the circumstances that have placed them in nondominant positions relative to other segments of humanity.
Dalam Kebenaran Tak Terbahasakan, Priscilla B. Hayner menghadirkan sebuah esplorasi yang mengagumkan, esplorasi yang definitif tentang komisi-komisi kebenaran di pelbagai belanan dunia ini. Melalui buku ini, ia juga memaparkan betapa perihnya kebencian, betapa tak adilnya dunia yang diwariskan dari kebencian itu, kebencian yang hendak dipecahkan oleh komisi-komisi tersebut. la mengurai-bongkar …
Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mendokumentasikan penggunaan jalur vegetasi alami untuk konservasi tanah oleh petani di dataran tinggi Filipina. Penelitian ini juga digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi strategi petani adat untuk meningkatkan sistem ini dengan fokus utama pada penanggulangan dampak negatif dari pengikisan kesuburan tanah teras atas terhadap hasil panen. Unt…
Buku ini berisi gambar-gambar karikatur pemenang lomba karikatur dalam rangka menyambut hari hak asasi manusia yang ke-59 yang ditampilkan dalam Pameran Karikatur HAM pada tanggal 4-7 Desember 2007.
Salah satu kasus yang ditangani oleh Subkomisi Ekosob Komnas HAM terkait dengan hak-hak pekerja adalah kasus pengrumahan karyawan PT Dirgantara Indonesia, yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK). kasus ini mendapat perhatian serius Komnas HAM, bukan saja karena serikat pekerja terbesar di perusahaan ini mengadukan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang mereka alami, tetapi ju…
Buku ini mengemban misi pencerahan Dewan Musyawarah Masyarakat Koteka (Demmak) dan The Ndugu Ndugu Research and Publishing Institute atau (w@tchPAPUA).
Arus reformasi yang meruntuhkan rezim otoritarian Orde Baru pada 1998 ternyata tidak serta merta membebaskan demokrasi dan HAM dari ancaman kepolitikan yang berat. Dimana kini muncul ancaman baru yang tidak kalah berat, yakni bangkitnya gerakan fundamentalisme di Indonesia. Tidak hanya pda ranah sosial namun juga sangat dirasakan kehadirannya dalam ranah kebijakan.