Perpustakaan HuMa

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Log In
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Though All Things Differ : pluralism as a basis cooperation in forests
Penanda Bagikan

Text

Though All Things Differ : pluralism as a basis cooperation in forests

Wollenberg, Eva - Nama Orang; Anderson, Jon - Nama Orang; Lopez, Citlalli - Nama Orang;

This guide is about how to meet the needs of different groups in forests, especially where
they conflict. As the world’s forests continue to decline in area and quality, clashes are
rising. Loggers, miners, farmers, plantation managers, hunters, trekkers, conservationists,
scientists, educators, indigenous people, mushroom collectors, water bottlers and global
carbon traders all want their share of the forest. These different groups often have their
own rules, agencies and authorities for making decisions, or bring different types of
knowledge, perceptions and skills to how they use the forest.


Ketersediaan
#
My Library 634.9 EVA t
B02308
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
634.9 EVA t
Penerbit
Bogor : Center for International Forestry Research (CIFOR)., 2005
Deskripsi Fisik
vii, 101 p. ; ill. ; tab. ; 30 cm
Bahasa
English
ISBN/ISSN
9793361719
Klasifikasi
634.9
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Pluralism
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan HuMa
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Kami berdiri atas kesadaran bahwa persoalan-persoalan hukum yang dihadapi masyarakat tidak dapat dijelaskan dan diatasi dengan menggunakan pendekatan hukum normatif semata. Diperlukan perspektif yang lebih luas untuk menempatkan proses pembentukan hukum, pelaksanaan dan penegakannya dalam konteks sosial-ekonomi-politik lokal, nasional, dan global. Atas dasar itu-lah, kami memandang perlu mengembangkan wacana, teori, dan metodologi pengkajian hukum dan masyarakat alternatif yang bersifat kritis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2025 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?