Text
Pasemah Sindang Merdika 1821-1866
Sejarah Tanah Pasemah sampai saat ini hanya diketahui dari cerita tutur bapak ke anak dan sangat sumir. Yang diketahui hanyalah bahwa perlawanan rakyat Pasemah melawan Belanda pada abad ke-19 adalah perlawanan rakyat. Benteng yang terkuat yaitu Munter Alam kalah karena adanya pengkhianat, kemudian benteng Tebat Serut yang terakhir juga hancur. Kenapa, bagaimana dan kapan kejadiannya tidaklah diketahui oleh kebanyakan masyarakat dari generasi sekarang. Kemudian tokoh-tokoh yang berperan dalam perlawanan inipun dilupakan atau sengaja dilupakan oleh tokoh-tokoh berikutnya yang diangkat oleh Belanda agar mental rakyat yang ingin melawan penjajahan Belanda menjadi lemah atau semangatnya mati sama sekali. Sehingga dengan demikian sejarah mengenai perjuangan mereka banyak tidak diketahui oleh generasi masa kini. Padahal sejarah perjuangan mereka ini sangat penting diketahui generasi sekarang, karena ancaman- ancaman yang sama dari bangsa lain terhadap bangsa kita masa kini atau mendatang akan selalu berulang. Jika dulu ancaman itu secara fisik dan militer, sekarang melalui cara-cara ekonomi dan politik yang dikembangkan melalui cara- cara pemberian pinjaman uang yang sebetulnya kurang diperlukan, globalisasi atau melalui lembaga-lembaga internasional atau lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang dibiayai dari luar negeri. Kalau bangsa Indonesia tidak waspada terhadap ancaman-ancaman yang ada itu baik terang-terangan ataupun terselubung, maka kita akan sukar mengatasi ancaman- ancaman itu karena kita selalu memilih jalan yang gampangan karena takut adanya kesulitan yang bersifat sementara dan malas untuk berjuang melalui jalan yang agak sukar tapi aman. Maka bangsa kita akan tetap tunduk dibawah kekuasaan dan dominasi bangsa lain seperti selalu terjadi sejak ratusan tahun yang lalu. Sehingga kemajuan, kemakmuran serta rasa percaya diri kita selaluĀ terhambat.
Tidak tersedia versi lain