Text
Konflik Multikultur : panduan meliput bagi jurnalis
Jika koran dipandang sebagai sarana untuk membuat kekacauan, koran pun dapat digunakan sebagai sarana untuk menciptakan ketertiban. Begitu kata Tuan Keuner, tokoh utama dalam Geschichten vom Herrn Keuner (Kumpulan Cerita tentang Tuan Keuner) karya sastrawan besar Jerman, Bertolt Brecht. Pernyataan Tuan Keuner sungguh mengena bagi kehidupan pers kita hari- hari ini. Ketika konflik multikultur meruyak, suku-suku berseteru, umat-umat beragama bersengketa, para penduduk gang saling serang, pemberitaan pers tentangnya acapkali dituduh sebagai penghasut yang memperkalut kemelut. Padahal para pemberita dan media massa, cetak maupun elektronik, mestinya bisa memainkan peran terpuji: tidak mengobarkan api peperangan tapi menyiramkan air perdamaian. Pertanyaannya, bagaimana peran itu mesti dilakukan? Buku kecil ini berangkat dari pertanyaan seperti itu. Di dalamnya terkandung niat untuk menawarkan beberapa bahan pertimbangan bagi para pemberita Indonesia yang hendak meliput kehidupan sosial yang kalang kabut oleh rupa-rupa kemelut.
Tidak tersedia versi lain